Senin, 23 Juli 2012
Jumat, 30 Maret 2012
Alamat : Komplek Mandala Mekar Sakinah Unisba
Desa Mandala Mekar Kec.Cimenyan Kab.Bandung
Sampah menjadi masalah sehari-hari, jika
mendengar istilah sampah yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang
menimbulkan aroma busuk yang menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa
yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses penggunaan. Sampah terdiri
atas zat kimia, sisa energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna
dan cenderung merusak.
Sampah dapat berupa materi padat,
cair, atau gas. Untuk jenis materi cair dan gas terjadi emisi, terutama bila
dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke
udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa munculnya
sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai pencemaran lingkungan.
Berdasarkan sumbernya sampah terbagi
menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, dan sampah produk industri.
Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah
organik atau sampah yang dapat diurai contohnya daun-daunan, sayuran, sampah
dapur dan lain-lain, 2) sampah an-organik atau sampah yang tidak terurai
contohnya plastik, botol, kaleng dan lain-lain.
Di lokasi tempat pembuangan sementara
(TPS), sampah terus meningkat jumlahnya menuju ke tempat pembuangan akhir
(TPA). Dengan semakin bertumpuknya sampah di TPS-TPA, akan menimbulkan bencana
seperti pencemaran air dan pencemaran udara yang merugikan kesehatan secara
umum. Selain dampak yang telah disebutkan, sampah yang menumpuk akan
berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau
yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global. Seperti yang kita ketahui adanya
fenomena pemanasan global akibat peningkatan gas-gas rumah kaca seperti emisi
gas karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrooksida
(N2O). Oleh karena itu, kita harus berusaha agar bencana tidak terjadi
di lingkungan sekitar kita.
Sudah saatnya sampah harus dikelola dengan prinsip
dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan yaitu diawali oleh perubahan
cara pandang dan cara memperlakukan sampah. Pola Pembuangan
sampah yang lama seperti kumpul, angkat baru buang tidaklah efisien karena
dapat menimbulkan lingkungan menjadi tidak ramah dan menjadi sumber penyakit
seperti malaria dan diare. Paradigma lama yang bertumpu pada tumpukan akhir sudah
saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru. Paradigma baru yaitu memandang
sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan, misalnya untuk
bahan an-organik di daur ulang atau dijadikan produk kerajinan, sedang bahan
organik dijadikan kompos. Prinsipnya adalah meminimasi
timbulnya sampah, memanfaatkan-ulang, dan mendaur-ulang sampah
(prinsip
3R, reduce, reuse, recycle). Jika prinsip tersebut dijalankan
akan mendatangkan out put nyata, yaitu mengurangi beban polutan, mendatangkan
manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih, yang pada akhirnya
menghasilkan outcome yang dapat langsung dirasakan, yaitu
kesehatan dan penghasilan.
Bank Sampah merupakan institusi yang didirikan masyarakat
Indonesia dengan tujuan mengurangi jumlah sampah buangan dengan mekanisme
menabung sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari Bank Sampah adalah sebagai strategi agar masyarakat lebih
'berteman' dengan sampah. Masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah dapat
menabung sampah kering yang telah dipilah-pilah dirumah, untuk kemudian
disetorkan dan akan mendapatkan reward berupa nilai uang sesuai tabungan yang
disetorkan, beberapa sampah bisa didaur ulang juga menjadi kerajinan tangan
sedangkan sampah basah/organic dapat dibuat menjadi kompos sehingga bisa
membuat peluang usaha. Bank sampah adalah bentuk pengelolaan sampah yang punya
potensi ekonomi yang cukup tinggi dalam bentuk lapangan kerja dan penghasilan,
selain itu masyarakat juga akan punya lingkungan yang bersih. Dengan bank
sampah dibangun budaya perilaku hidup bersih dan peduli terhadap
lingkungan
II.Profil Bank Sampah Mekar Sakinah
Berangkat
dari keprihatinan kami akan permasalahan sampah di perumahan Unisba Mandala Mekar Sakinah yang selama ini belum dikelola dengan baik,
dimana sampah hanya menumpuk di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) sampah di dalam komplek dan menimbulkan kekhawatiran
akan menjadi masalah dikemudian hari maka kami berinisiatif mendirikan Bank
Sampah di lingkungan komplek Unisba. Bank sampah Mekar Sakinah diresmikan pada tanggal 4 maret 2012 oleh Bapak Lurah Desa Cimenyan yaitu Bapak
Ijang Suryana dan dihadiri oleh ketua RW 12 Bapak Asep Sugriatna dan ketua RT
di lingkungan komplek Unisba. Pada acara itu juga diselenggarakan pengenalan
Bank Sampah dan pengelolaan sampah menjadi kompos oleh Ibu Nia Kurniati dan Ibu
Eva Fauziyah, serta diadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari bahan
sampah kering oleh Ibu Yuyun dan Pak Dudi dari Bank sampah Pepelink 9 Sarijadi.
Tujuan berdirinya Bank sampah
Mekar Sakinah adalah untuk memberdayakan ibu-ibu dalam menjaga dan melestarikan
lingkungan dan mengurangi volume sampah yang dibuang oleh warga.
Dengan motto Bank Sampah Mekar
Sakinah yaitu “Peduli Lingkungan Sehat dan Asri“, kami
mengharapkan dengan berdirinya Bank Sampah
dapat menggugah kesadaran warga komplek Unisba dan sekitarnya akan
lingkungan yang sehat dan asri. Dan menjadikan kegiatan ini bermanfaat dan
bernilai ekonomis bagi masyarakat.
Adapun susunan pengurus Bank
Sampah Mekar Sakinah adalah :
Dewan Pembina
- Ketua RW 12 Bapak Asep Sugriatna,Drs
- Ibu Noviana SR, Spt
- Ibu Nia Kurniati
Syam, Dra., M.Si.
Pengurus
Ketua : Ibu Kulsum Haris
Sekretaris
: Ibu Erna Yulianti dan Ibu Yetti Sulistiawati
Bendahara : Ibu Siti Romlah dan Ibu Lidya Togos
Sie Kompos
: Bapak Jejen Jaenudin,Drs
Staf
Umum : Pak Ade
III. Agenda Kegiatan Bank Sampah Tahun
2012
|
No
|
Agenda Kegiatan
|
Jadwal
|
Tempat
|
|
1
|
Pembentukan Pengurus Bank
Sampah
|
Februari 2012
|
Madrasah Nurul Muttaqien
|
|
2
|
Peresmian Bank Sampah
|
4 Maret 2012
|
Masjid Nurul Muttaqien
|
|
3
|
Pelatihan Kerajinan
Tangan dari sampah
|
4 Maret 2012
|
Madrasah Nurul Muttaqien
|
|
4
|
Penyetoran,pencatatan,penimbangan
Tabungan sampah dari nasabah
|
Sabtu, minggu ke- 2 dan
ke-4 setiap bulannya
|
Toko Ibu Lidya Togos
|
|
5
|
Penjualan sampah yang telah
dipilah ke-bandar sampah
|
Sabtu, minggu ke- 2 dan
ke-4 setiap bulannya
|
|
|
6
|
Pembuatan Bak pembuatan
pupuk kompos
|
April-Mei 2012
|
Dekat areal Pembuangan
sampah Kompleks Unisba
|
|
7
|
Pelatihan Pembuatan pupuk sendiri di rumah metode Takakura
|
Mei-Juni 2012
|
|
|
8
|
Pelatihan Pembuatan
kerajinan tangan dari sampah kering ke-2
|
Juni-Juli 2012
|
Madrasah Nurul Muttaqien
|
|
9
|
Penghijauan di lingkungan komplek
|
Juli-Desember 2012
|
|
Kegiatan Bank Sampah Mekar
Sakinah yang rutin adalah menampung sampah rumah tangga, barang
bekas dalam bentuk kering hasil pemilahan sampah oleh warga di tiap rumah di RW
12 komplek Unisba. Tiap KK (Kepala Keluarga) yang menjadi nasabah Bank Sampah
memiliki buku tabungan, berisi pencatatan banyaknya sampah dan rupiah yang
dikumpulkan di Bank sampah. Sampah –sampah yang
terkumpul untuk kemudian dipilah-pilah berdasarkan jenisnya dan dijual kepada
Bandar sampah. Nasabah Bank sampah berhak mengambil nilai uang yang ditabung
minimal setelah 6 bulan. Untuk sampah plastic bekas bungkus makanan, cangkang
kopi, bungkus softener, deterjen, dll dikumpulkan oleh bank sampah untuk
selanjutnya akan dibuat menjadi barang kerajinan. Kegiatan pengumpulan sampah
dilakukan setiap minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya. Saat ini nasabah Bank
Sampah Mekar Sakinah tercatat berjumlah 42
orang. Sedangkan untuk sampah organic/basah kami berencana akan membuat percontohan pembuatan pupuk kompos di
dekat areal tempat pembuangan sampah.
Langganan:
Komentar (Atom)
