Jumat, 30 Maret 2012


Alamat : Komplek  Mandala Mekar Sakinah Unisba 
Desa Mandala Mekar Kec.Cimenyan Kab.Bandung

Sampah menjadi masalah sehari-hari, jika mendengar istilah sampah yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma busuk yang menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses penggunaan. Sampah terdiri atas zat kimia, sisa energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak.
Sampah dapat berupa materi padat, cair, atau gas. Untuk jenis materi cair dan gas terjadi emisi, terutama bila dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa munculnya sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai pencemaran lingkungan.
Berdasarkan sumbernya sampah terbagi menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, dan sampah produk industri. Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dan lain-lain, 2) sampah an-organik atau sampah yang tidak terurai contohnya plastik, botol, kaleng dan lain-lain.
Di lokasi tempat pembuangan sementara (TPS), sampah terus meningkat jumlahnya menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan semakin bertumpuknya sampah di TPS-TPA, akan menimbulkan bencana seperti pencemaran air dan pencemaran udara yang merugikan kesehatan secara umum. Selain dampak yang telah disebutkan, sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global. Seperti yang kita ketahui adanya fenomena pemanasan global akibat peningkatan gas-gas rumah kaca seperti emisi gas karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrooksida (N2O). Oleh karena itu, kita harus berusaha agar bencana tidak terjadi di lingkungan sekitar kita.
Sudah saatnya sampah harus dikelola dengan prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan yaitu diawali oleh perubahan cara pandang dan cara memperlakukan sampah. Pola Pembuangan sampah yang lama seperti kumpul, angkat baru buang tidaklah efisien karena dapat menimbulkan lingkungan menjadi tidak ramah dan menjadi sumber penyakit seperti malaria dan diare. Paradigma lama yang bertumpu pada tumpukan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru. Paradigma baru yaitu memandang sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan, misalnya untuk bahan an-organik di daur ulang atau dijadikan produk kerajinan, sedang bahan organik dijadikan kompos. Prinsipnya adalah meminimasi timbulnya sampah, memanfaatkan-ulang, dan mendaur-ulang sampah (prinsip 3R, reduce, reuse, recycle). Jika prinsip tersebut dijalankan akan mendatangkan out put nyata, yaitu mengurangi beban polutan, mendatangkan manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih, yang pada akhirnya menghasilkan outcome yang dapat langsung dirasakan, yaitu kesehatan dan penghasilan.
Bank Sampah merupakan institusi yang didirikan masyarakat Indonesia dengan tujuan mengurangi jumlah sampah buangan dengan mekanisme menabung sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.  Tujuan dari Bank Sampah  adalah sebagai strategi agar masyarakat lebih 'berteman' dengan sampah. Masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah dapat menabung sampah kering yang telah dipilah-pilah dirumah, untuk kemudian disetorkan dan akan mendapatkan reward berupa nilai uang sesuai tabungan yang disetorkan, beberapa sampah bisa didaur ulang juga menjadi kerajinan tangan sedangkan sampah basah/organic dapat dibuat menjadi kompos sehingga bisa membuat peluang usaha. Bank sampah adalah bentuk pengelolaan sampah yang punya potensi ekonomi yang cukup tinggi dalam bentuk lapangan kerja dan penghasilan, selain itu masyarakat  juga akan punya lingkungan yang bersih. Dengan bank sampah dibangun budaya perilaku hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan 


II.Profil Bank Sampah Mekar Sakinah
Berangkat dari keprihatinan kami  akan  permasalahan sampah  di perumahan Unisba  Mandala Mekar Sakinah  yang selama ini belum dikelola dengan baik, dimana sampah hanya menumpuk di  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di dalam komplek dan menimbulkan kekhawatiran akan menjadi masalah dikemudian hari maka kami berinisiatif mendirikan Bank Sampah di lingkungan komplek Unisba. Bank sampah Mekar Sakinah diresmikan  pada tanggal 4 maret  2012 oleh Bapak Lurah Desa Cimenyan yaitu Bapak Ijang Suryana dan dihadiri oleh ketua RW 12 Bapak Asep Sugriatna dan ketua RT di lingkungan komplek Unisba. Pada acara itu juga diselenggarakan pengenalan Bank Sampah dan pengelolaan sampah menjadi kompos oleh Ibu Nia Kurniati dan Ibu Eva Fauziyah, serta diadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari bahan sampah kering oleh Ibu Yuyun dan Pak Dudi dari Bank sampah Pepelink 9 Sarijadi.
Tujuan berdirinya Bank sampah Mekar Sakinah adalah untuk memberdayakan ibu-ibu dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dan mengurangi volume sampah yang dibuang oleh warga.
Dengan motto Bank Sampah Mekar Sakinah yaitu “Peduli Lingkungan Sehat dan Asri“, kami mengharapkan dengan berdirinya Bank Sampah  dapat menggugah kesadaran warga komplek Unisba dan sekitarnya akan lingkungan yang sehat dan asri. Dan menjadikan kegiatan ini bermanfaat dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Adapun susunan pengurus Bank Sampah Mekar Sakinah adalah :
Dewan Pembina
  1. Ketua RW 12  Bapak Asep Sugriatna,Drs
  2. Ibu Noviana  SR, Spt
  3. Ibu Nia Kurniati Syam, Dra., M.Si.
Pengurus
Ketua               : Ibu Kulsum Haris
Sekretaris        : Ibu Erna Yulianti dan  Ibu  Yetti Sulistiawati
Bendahara      : Ibu Siti Romlah dan Ibu Lidya Togos
Sie  Kompos     : Bapak  Jejen Jaenudin,Drs
Staf Umum      :  Pak Ade
III. Agenda Kegiatan Bank Sampah Tahun 2012
No
Agenda Kegiatan
Jadwal
Tempat
1
Pembentukan Pengurus Bank Sampah
Februari 2012
Madrasah Nurul Muttaqien
2
Peresmian Bank Sampah
4 Maret 2012
Masjid Nurul Muttaqien
3
Pelatihan Kerajinan Tangan  dari sampah
4 Maret 2012
Madrasah Nurul Muttaqien
4
Penyetoran,pencatatan,penimbangan Tabungan  sampah dari nasabah
Sabtu, minggu ke- 2 dan ke-4 setiap bulannya
Toko Ibu Lidya Togos

5
Penjualan sampah yang telah dipilah ke-bandar sampah
Sabtu, minggu ke- 2 dan ke-4 setiap bulannya

6
Pembuatan Bak pembuatan pupuk kompos
April-Mei 2012
Dekat areal Pembuangan sampah Kompleks Unisba
7
Pelatihan  Pembuatan pupuk sendiri di rumah  metode Takakura
Mei-Juni 2012

8
Pelatihan Pembuatan kerajinan tangan dari sampah kering ke-2
Juni-Juli 2012
Madrasah Nurul Muttaqien
9
Penghijauan  di lingkungan komplek
Juli-Desember 2012


Kegiatan Bank Sampah Mekar Sakinah  yang rutin  adalah menampung sampah rumah tangga, barang bekas dalam bentuk kering hasil pemilahan sampah oleh warga di tiap rumah di RW 12 komplek Unisba. Tiap KK (Kepala Keluarga) yang menjadi nasabah Bank Sampah memiliki buku tabungan, berisi pencatatan banyaknya sampah dan rupiah yang dikumpulkan di Bank sampah. Sampah –sampah yang terkumpul untuk kemudian dipilah-pilah berdasarkan jenisnya dan dijual kepada Bandar sampah. Nasabah Bank sampah berhak mengambil nilai uang yang ditabung minimal setelah 6 bulan. Untuk sampah plastic bekas bungkus makanan, cangkang kopi, bungkus softener, deterjen, dll dikumpulkan oleh bank sampah untuk selanjutnya akan dibuat menjadi barang kerajinan. Kegiatan pengumpulan sampah dilakukan setiap minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya. Saat ini nasabah Bank Sampah Mekar Sakinah tercatat berjumlah 42 orang. Sedangkan untuk sampah organic/basah kami berencana akan  membuat percontohan pembuatan pupuk kompos di dekat areal tempat pembuangan sampah.